poem

Senin, 28 April 2008

betapa anehnya yang disebut

'waktu', dan betapa ganjilnya kita

ini waktu telah benar-benar

berubah, ia telah merubah kita.

waktu menggeser langkahnya ke

depan, mukanya tidak tertutup,

memperingatkan dan membersarkan

hati kita.

kemarin kuta mengeluh soal waktu

dan tubuh kita gemetar ketika

diterornya. tetapi, sekarang kita

telah belajar untuk mencintai dan

patuh kepadanya, karena kita telah

mengerti kemauan, sifat alamiah,

rahasia dan misterinya.

kemarin kita merangkak sakung

takutnya. takut kepada hantu malam

dan ancaman siang, tetapi sekarang

kita berjalan dengan tenang

walaupun prahara dan halilintar

menggelegar diatas kepala kita.

kemarin kita mengikuti nabi-nabi

dan, namun hari ini, waktu telah

berubah dan ia merubah kita. kita

sekarang berani menantang matahari

dan mendengarkan nyanyian laut,

tidak ada yang dapat menggoncangkan

samudra kecuali badai topan.

sering kali kita berdiri di antara

kemarin dan nanti malam sambil

meratapi masa muda kita yang

sia-sia. merindukan seseorang,

entah siapa. melirik malam yang

gelap dan hampa. mendengarkan

rintihan keheningan dan jeritan

ketiadaan.

usia muda yang terlewat seperti

dedaunan diantara tumpukan nisan.

namun hari ini langir cerah, dan

kita dapat beristirahat dengan

tenang di atas kasur suci,

menyambut renungan dan mimpi kita,

serta merangkul nafsu kita sendiri.

kemarin kita adalah kita yang

kemarin, dan hari ini kita adalah

kita hari ini ini adalah kehendak

dewa di tengan celoteh para

hambanya 7 dekade yang lalu aku

melihatmu terbelenggu dalam

perbudakan, sedang sayap² kematian

terbang di atasmu. wajahmu hari ini

sama dengan yang kulihat kemarin,

besok, dan lusa. engkau seharusnya

tampak seperti ketika aq melihatmu

masih bayi

kemarin kita adalah kita yang

kemarin, dan hari ini kita adalah

kita hari ini. inilah kehendak dewa

di tengah celoteh para hambanya,

apa maumu wahai hamba²ku?

0 komentar:

Posting Komentar

GlossyBlue Blogger by Black Quanta. Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS